ELECTRICAL SOLUTIONS

 

 

ELECTRICAL SOLUTIONS

088 Imam bonjol Street
Central Jakarta
DKI Jakarta 10110
Indonesia

Pompa air hidup mati sendiri? Ini penyebab dan solusinya!

Pompa air hidup mati sendiri? Ini penyebab dan solusinya!

Apaka anda pernah mengalami saat-saat dimana pompa air anda suka tiba-tiba mati lalu hidup sendiri? Dan pada saat yang bersamaan, body pompa air juga terasa sangat panas saat dipegang? Jika iya, maka saya juga pernah mengalami hal yang sama. Hehe..

Saat dinyalakan pada siang hari, pompa air ini memang normal-normal saja. Semburannya kencang, tekanannya kuat. Mengisi tangki penampungan juga tidak butuh waktu lama.

Hanya saja, masalah mulai muncul pada saat sore dan menjelang malam hari. Ketika pompa air saya nyalakan, pompa airnya memang hidup, tapi selang beberapa menit mati lagi. Beberapa menit kemudian, hidup lagi dan mati lagi. Begitu seterusnya. Padahal posisi sakelar ke pompa air dalam kondisi ON.

Saya coba perhatikan pompa air nya sambil raba-raba sekitar body pompa, kok terasa panas sekali? Panasnya terasa nggak wajar. Memang sih, saat jalan normal, pompa air ini juga terasa panas. Tapi masih dalam tahap wajar. Atau bisa dibilang hanya terasa hangat saja.

Jika kasus pompa air bermasalah seperti cerita saya di atas, penyebabnya apa sih? Dan cara mengatasinya bagaiman?

Penyebab Pompa air hidup mati sendiri?

Setelah melakukan berbagai analisa dan percobaan, saya menemukan bahwa penyebab pompa air tersebut sering mati dan hidup lagi setelah beberapa saat adalah karena tegangan listrik di rumah saya saat itu dalam kondisi Drop parah (sekitar 180 volt. Normalnya 220 volt). Tegangan listrik yang drop ini membuat arus listrik yang mengalir ke motor pompa air menjadi meningkat. Arus listrik yang meningkat tersebut membuat gulungan (kumparan) pada motor pompa air menjadi semakin panas. Di situlah, sebuah komponen bernama Thermal Protector yang terletak pada kumparan motor pompa air bekerja memutus daya dari sumber ke pompa, yang akhirnya membuat pompa air mati.

Baca juga:

Cara cek tegangan listrik di rumah!

Saat dalam kondisi mati, suhu pada kumparan motor pompa air kemudian turun. Thermal protector yang tadinya putus, terhubung kembali dan menyalakan pompa air. Jika tegangan masih belum normal, maka kondisi ini akan terus menerus berulang. Hal ini harus dilakukan untuk menjaga pompa air tetap aman dari kerusakan akibat kumparan (gulungan) terbakar.

Sekarang akan muncul pertanyaan lainnya. Kenapa tegangan drop bisa membuat kumparan motor pompa air menjadi panas sehingga Thermal Protector bekerja?

Penyebab tegangan drop bisa membuat kumparan motor pompa air menjadi panas?

Jawabannya adalah karena jika tegangan listrik drop atau turun jauh dari tegangan normal yakni 220 volt, maka arus listrik akan naik untuk mengkompensasi kehilangan sebagian tegangan tersebut. Ini bertujuan agar daya listrik yang dibutuhkan oleh pompa air tercukupi untuk bisa bekerja optimal.

Kita perlu contoh untuk membuktikan pernyataan di atas.

Misalkan anda memiliki pompa air dengan kapasitas daya listrik 350 watt. Dengan formula daya, kita bisa mengetahui berapa arus listrik yang dibutuhkan oleh pompa air. Kita asumsikan tegangan dalam keadaan normal, yakni 220 Volt.

P = V x I

Di mana,
P = Daya = 350 Watt
V = Tegangan = 220 Volt
I = Arus (Ampere) = ?

I = P/V = 350/220 = 1.6 Ampere

Jadi, dalam kondisi tegangan normal, arus yang akan mengalir pada kumparan motor pompa air sebesar 1.6 Ampere.

Sekarang, bagaimana jika tegangan listrik turun (drop). Asumsikan hingga 180 volt. Maka arus yang akan mengalir pada kumparan stator motor pompa air adalah:

I = P/V = 350/180 = 1.9 Ampere

Dari hasil hitungan di atas, terlihat bahwa drop tegangan akan membuat arus listrik ke motor pompa air menjadi naik melewati nilai yang diizinkan.

Kita tahu bahwa kumparan stator motor pompa air terbuat dari konduktor kawat email yang dirancang untuk mampu bertahan pada tegangan tinggi tapi tidak untuk Arus listrik yang tinggi.

Perlu diperhatikan adalah jika kondisi pompa air hidup mati sendiri ini dibiarkan terjadi dalam waktu lama, maka kumparan stator motor pompa air lambat laun akan mengalami kerusakan (terbakar). Oleh karena itu, kasus tegangan drop ini harus segera diperbaiki agar pompa air bekerja normal.

Solusi pompa air hidup mati sendiri karena tegangan drop

Jika anda mengalami problem dengan kasus yang sama dengan saya di atas, di mana pompa air nya mengalami hidup mati sendiri karena tegangan drop, maka yang harus anda lakukan tentunya adalah menormalkan tegangan listrik nya.

Menormalkan tegangan listrik PLN yang drop tentunya tidak mudah karena penyebabnya banyak dan kompleks. Penyebab tegangan drop misalnya:

  • Lokasi rumah yang jauh dari gardu distribusi PLN;
  • Jalur kabel STR (Saluran Tegangan Rendah) dari tiang PLN menuju rumah anda terlalu banyak beban (pelanggan);
  • Penggunaan kabel instalasi yang terlalu kecil;
  • Konektor twisted di atas rumah rusak atau tidak terkoneksi dengan sempurna;
  • Tegangan drop pada beban-beban puncak seperti waktu maghrib, subuh, dll.

Tegangan drop yang disebabkan karena point-point di atas memang sulit untuk diperbaiki. Tapi jika anda ingin mencoba solusi yang agak mudah, anda bisa mencoba menggunakan Voltage stabilizer. Alat ini akan membantu menjaga tegangan listrik di rumah kita stabil di angka 220 Volt.

Solusi pompa air hidup mati sendiri karena tegangan drop

Hubungkan Voltage stabilizer (Stavol) ke stop kontak di rumah anda. Lalu colokan pompa air anda pada Output Stavol 220 Volt. Dengan begini, pompa air anda telah menerima daya dengan tegangan normal 220 Volt. Selamat mencoba.

Share if this is useful....
HERY
HERY

I am a dedicated and results-oriented Electrical, Instrumentation and Automation Engineer with a strong educational background and experience working in the Sugar and oil and chemical industry. My academic foundation from Unram University has provided me with a solid understanding of electrical engineering principles, and my professional experience has allowed me to apply this knowledge in a practical setting.

Articles: 11

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *